Images taken from foto decadent.
Textures & brushes used from gender and JC.
Layout concept and coding by bias-ED.
HP gue balikkk!! ayooo tumpengan sodari-sodara!!
Jumat, Juni 19, 2009
sebelum gue masuk ke inti post gue yang sebenernya intinya itu sendiri saru, gue tiba-tiba kepikiran sesuatu. tentang judul post gue.
gue tulis di situ, 'sodari-sodara'. gue selalu nulis begitu. kenapa gue tulis 'sodari-sodara'? kenapa enggak 'sodara-sodari'?
hmm.. ini menarik. [halah]
alesannya simpel c,, tapi coba gue bertanya-tanya dulu pada angin. ahhhhahahahahhahahah aneh bener gue hari ini. lanjut.
memangnya kenapa harus 'sodara-sodari', seperti lazimnya orang-orang pada nyebut. kenapa harus 'bapak-ibu', ato 'pemuda-pemudi', ato 'siswa-siswi'? kenapa kata yang gendernya cowok slalu disebutin lebih dulu dari cewek?
sekarang, gue bukannya mau bahas kenapa cowok diduluin daripada cewek. sekarang, gue cuma mau jelasin alesan gue nulis yang bergender cewek dulu dari cowok, bukan? hahahaha.
ya, gue cuma pengen untuk di blog gue, cewek disebutin duluan. cuma beneran, kalo ada kosakata yang mencakup sekaligus kedua gender itu, pasti bakal gue pake. pasti. jadi ga akan ada perbedaan ato prioritas berdasarkan gender lagi dalam tata bahasa Indonesia.
[astaga gue ngomong dah kek dosen di seminar bahasa yang abis kebanyakan minum Heineken...]
----------------------------------------------------------- oke, masuk ke inti salah satu sel blog gue, di mana akan berbuah menjadi janin post yang matang dan siap dilahirkan ke publik. KIKIKIKIK.. gini ni orang kangen belajar tapi pengen libur.
tau ga tau ga tau ga,, gue nemu ini di hape gue yang baru pulang dinas dari lemari tempat barang sitaan di sekolah gue.
Cinta kita seperti gulali. Diuntai di sebuah tangkai putih. Dalam waktu singkat jadilah sesuatu yang manis, yang dalam waktu relatif singkat pula mencair, Sisanya hanyalah sebuah tangkai putih. Sisa kisah kita hanyalah sebuah tangkai putih...
gue lupa apa yang menginspirasi gue nulis ini. hmmmmmm... hmm. aaaahahahahahahahaa..
--------------------------------------------------------- QUOTE OF THE DAY "Law is narrow." -dari film The Reader-
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 11.48
jurang itu bernama Waktu
Senin, Februari 02, 2009
okeii...
jadi,
24 jam dari skarang minus 17 taon yang lalu,, gue dengan gakk sabarannya keluar dari perut mama.
24 jam dari sekarang minus 2 taon yang lalu,, gue lagi di Tamani Kafe bareng keluarga besar gue yang nginep di rumah gue krna rumah mereka banjir. ada opa lho...
24 jam dari sekarang minus 1 taon yang lalu,, gue di RSPI nyamperin adek gue yang abis disunat. opa dah ga ada...
--------------------------------------------------- gue ada di kedalaman jurang di mana cahaya matahari mulai enggan untuk memandu gue. gue cuma bisa terjun ke bawah, walaupun banyak pegangan, gue cuma bisa terjun ke bawah, ke tempat yang lebih gelap. lebih gak aman.
gue ada di kelengangan jurang di mana gue cuma sendirian. kegagalan makanan gue, keberhasilan tai gue. semakin banyak yang gue raih, semakin banyak yang harus gue pertanggungjawabkan.
bukan?
teman... gue ada di tempat yang gak pernah gue sadari kemunafikannya. kejahatannya. kebinalannya. gue ada di tempat yang mulai menyamarkan kebahagiaannya. kepolosannya. keindahannya.
tempat tanpa jalan pulang itu bernama... lorong tanpa akhir itu bernama... jurang itu bernama...
Waktu.
------------------------------------------------ When all you got left is you and your ass.
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 22.27
Je Suis Confus
Jumat, Januari 30, 2009
Gue melakukan hal superbodoh kemaren.
jadi kan ada PP mat tentang sukubanyak noh.. waktuna dari jem 11 ampe jem 11.45, soalna terdiri dari 5 nomor jahanam. trus gue jabaninlah tuh soal-soal. nahh so far gue berhasil ngerjain dengan baek dan benar 2 nomer. yang 3 laennya gue lupa gimana caranya. jadilah gue berkutat lama-lama di satu jawaban setengah jadi gue itu, begitu bosen, gue berkelana ke nomer lainnya.. terus bosen, [bosen di sini diartikan sebagai: gakk ngerti cara nyeleseinnya] pindah lagi ke nomer laennya... lama-lama gue depresi juga kan.. yang dah mulai memaki-maki nasib dan diri sendiri, napaaa kemaren bukannya belajar malah keloyoran. yaah ini kan pernah dikerjain di bukuu. seandainya oh seandainya gue boleh buka buku, begitu pikiran gue. trus gue ngelirik buku mat gue di meja gue. ih kok ada buku mat di meja gue, tapi kok gue gak dimarahin. dan barulah! contekan dari Tuhan datang, seolah-olah mengatakan: Tasya, kamu boleh buka buku kok. Kan PP tuh Open Book... dengan panik, berhubung wahyu Tuhan itu sampe pukul 11.30 WIB, gue kerjain nomer-nomer yang gue lupa caranya itu. walopun dua nomer terbengkalai dalam keadaan mengenaskan, gue optimislhaa dapet setidaknya 7 kek... intinya gak merah dah! taunya dapet *ppiiiiipp* [disensor sehubungan dengan harga diri penulis] tapi intinya..ya merah!
------------------------------------------------------ Kemaren gue dan temen gue naek angkot sambil bahas pemilu Indonesia. Asal-muasal diskusi itu, pas naek angkot gue liat ada stiker siapaaa gitu di pintu angkotnya, yang pasti dari partai yang bakal masuk pemilulah. di hari yang sama, gue abis nonton vidio tentang Barrack Obama pas masa election dia. pas pelajaran KWn noh... bukan apa-apa sih, cuma gue inget pas gue nonton gue ngeliat si Barrack ini kampanye dengan cara pidato sana-sini, membeberkan kata-kata inspiratif, visi, dkk,, truz pergi ke daerah-daerah gitu,, intinya memperkenalkan dirinya ke masyarakat secara luaslah, jadi orang-orang pada tau dia tuh sifatnya kek gimana dan minimal bisa dapet alesan buat milih ato gakk milih dia... nah. mari kembali ke negeri kita sendiri. poster di mana-mana. bikin eneg, mending tampangnya ganteng2 dan cantik2. isinya: mukanya basuki rahardjo dari partai apalah, mukanya junnaedi dari partai malah,, oke. niatnya promosiin diri. tapi yang di situ cuma ada muka mereka, nama partai, nomor urut. gakk ada sesuatu hal yang bisa memberi kesimpulan, pantes ato gakk nii partai gue pilih pas pemilu entar. tuu poster, spanduk raksasa, banner, stiker seolah-olah cuma ngasi tau: "Gue ikut pemilu entar. Pilih gue ya."
mau pilih siapa ya pas pemilu entar... jadi bingung...
------------------------------------------------------ Orang yang suka berpikiran negatif selalu bisa mengungkit sisi buruk dari hal-hal yang sedang terjadi atau akan terjadi pada mereka. Jadi, jangan anggap serius kalau mereka bilang gini:"Orang yang optimis adalah orang yang cuma menangkal atau menghindari masalah-masalah hidup mereka."
------------------------------------------------------ QUOTE OF THE DAY "Conscience is the internal perception of the rejection of a particular wish operating within us." -Sigmund Freud-
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 19.01
Kaca Bus dan Tai Burung
Rabu, Januari 07, 2009
Kita sedang dalam bus menuju Jakarta ketika kau menanyakan, "Apakah aku ini bagimu?".
Agak sulit menjawab pertanyaanmu itu karena aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikanmu.
Aku lalu menyetir pandanganku ke arah langit di luar jendela. Meminta contekan dari Tuhan. Tiba-tiba, tak dinyana, sesuatu terlempar dari arah langit dan menempel di kaca bus tempatku duduk itu. Tai burung. Coklat liat seukuran sepotek Silverqueen. Lalu datanglah jawaban itu.
Terima kasih, Tuhan, untuk contekan-Nya. Akan kutraktir panjatan syukur melalui doa nanti...
Kamu adalah orang yang alangkah selama ini keberadaannya kusadari sambil lalu. Padahal kamulah yang mengawasiku di kala kuterlena dengan manisnya hidup. Kamulah orang yang selalu menjagaku dari segala bentuk kenistaan dunia yang datang ke arahku.
Kamu memang... kaca bus yang transparan dan jarang dianggap, tapi setia selalu selama sepanjang perjalanan melindungi diriku dari tai burung...
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 20.21
gue lagi sok romantis neh!
Kamis, Desember 11, 2008
Suatu malam yang gelap tiada bintang di langit, seorang pemuda dengan seorang pemudi duduk berdua di sebuah tempat yang terserah pembaca saja di mana.
Lalu si pemudi berkata, "Hei Kalong! Ayo kita main tebak-tebakan." FYI, 'Kalong' adalah sebutan akrab yang diberikan si pemudi kepada si pemuda.
Jadi si pemuda memberi teka-teki: "Susun kata-kata ini jadi sebuah kalimat: minum, kuburan, gali, saya."
Si pemudi berpikir. "Minum saya gali kuburan .. ??" jawabnya akhirnya.
"Salah! Jawabannya 'Saya gali kuburan.'," kata si pemuda.
Si pemudi bingung. "Minumnya?"
"Teh Botol Sosro...," jawabnya menirukan iklan minuman yang baru saja ia sebut. Jawabannya itu diikuti tawa renyah si pemudi.
Beberapa menit berlalu, mereka gunakan berdua untuk bertukar teka-teki, diwarnai tawa, terutama tawa renyah si pemudi. Sampai akhirnya si pemuda mengeluarkan 'kartu As'nya.
"Apa yang membuat kalong bisa keliling pada malam hari di tempat yang tentu saja gelap, seperti sekarang, dan tidak tersesat?"
Si pemudi menjawab cepat dan yakin, "Tentu saja karena mereka mengeluarkan suara dan telinga mereka menangkap gelombang suara mereka sehingga mereka bisa tahu apa yang di depan mereka."
"Salah!"
"Lho? Terus apa donk??"
Si pemuda menjawab,"Sinar hangat dari matamu ketika kamu tertawa."
[silahkeun muntah di depan monitor... kerugian tidak ditanggung pihak kami...]
--------------------------------------------------- QUOTE OF THE DAY "Love would never leave us alone." -Bob Marley-
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 21.52
sebuah fragmen dari kisah tak berjudul
Selasa, Desember 09, 2008
Kemudian, gadis berambut merah, blus putih, dan rok sepingggang merah itu menghampiri meja tempatku dan keluargaku. Duduk di kursi kosong sebelahku. Di depan ayah, ibu, dan 2 adikku ia menatapku dengan tatapan nyolot-minta-ditabok-pake-tulang-anjing-pitbull.
"Rasanya kita sudah berpapasan 3x dan saya tetap berpikir, 'apa yang menarik dari cewek ini sampai dia bisa sampai ditempat ini?'," cerocosnya.
"Saya tidak tahu dan tidak menghitung berapa kali kita berpapasan. Yang pasti tiap merasa ada onggokan lemak berbalut bendera Indonesia kebalik, mata saya langsung sakit dan perut saya terkocok."
Gadis itu menganga. Pastinya ia merasa terlalu modis untuk dicecar oleh gadis yang memadankan celana seperempat dengan kaos vintage untuk dipakai ke mall seelit Senayan City.
"Seleramu kampungan. Bendera Indonesia katamu? Gorden kamarmu bendera Indonesia! Justru pakaian yang saya pakai inilah yang sedang ngetren. Semua orang normal berpakaian seperti saya."
"Dan kamu mengharapkan saya terlihat sama dengan kalian semua dalam rok merah murahan itu?"
Ia lalu meringis, meremehkan aku.
"Maaf ya, rok ini terlalu 'sejuta-rupiah' untuk kamu sebut murahan. Dan ini cuma satu dari banyak koleksi Gucci saya...," katanya setengah pamer, seperempat menusuk, seperempat norak.
"Oh, kamu koleksi guci? Kenapa dipakai satu ke sini?" balasku enteng sambil pura-pura mengaggumi roknya... yang memang seperti guci (rok ketat yang sepinggang itu lho, aku kurang mengikuti tren baju jadi tidak tahu namanya...).
Sempat kumelirik keluargaku yang duduk di samping kananku. Ayah dan ibu melotot kaget. Dua adikku melotot kagum.
"Hei, saya beli ini mahal-mahal bukan untuk kamu sebut seperti itu!" semburnya, kehilangan kesabaran dan kata-kata.
"Kamu tidak membawa bukti apapun seperti struk belanja yang menunjukkan rok itu harganya satu juta. Berarti rok itu murahan dan kamu pembual."
"Kamu benar-benar tidak tahu siapa saya dan apa yang saya punya," katanya emosi sambil merogoh-rogoh ke dalam dompetnya. Lalu ia mengeluarkan segepok uang kertas berwarna kemerahan. Segepok. Benar-benar segepok, saya tidak main-main.
Untuk beberapa saat saya terperangah. Tidak pernah saya melihat secara live uang sebanyak itu. Keluarga saya pun ikut menatap tumpukan kertas itu. "Kalian orang kampung memang ketinggalan jaman... dan mode," desisnya sambil menarik pelan kaos vintage belel [tapi keren menurut versiku] ketika mengatakan 'mode'.
Dibilang ketinggalan jaman atau mode, aku tidak peduli. Yang pasti ia telah memakai subyek 'kalian' yang berarti keluarga aku. Aku tidak suka. Impulsif, aku merampas uang gadis itu dan beranjak ke tengah meja dan kursi di restoran yang disesaki pengunjung itu.
Gadis itu mengejarku sambil berteriak histeris [atau emosi...? sama sajalah]. Aku pun melempar semua uang kertas itu setinggi-tingginya ke atas kepalaku. Lembaran yang seperti kertas krep warna merah pucat itu pun bertebaran menghiasi udara. Sampai semua kertas merah pucat itu mendarat di lantai, tanpa malu, gadis itu segera jongkok dan buru-buru memunguti uangnya. Jadi ingat berita di mana ada seorang tajir yang membuang uangnya ke daerah kurang mampu melalui helikopter...
Bosan bermain kata dengan gadis ini, aku pun memilih untuk menyelesaikan urusan. Aku berdiri di depan dirinya yang berjongkok di antara lembaran uangnya. Dengan suara lantang:
"Uang-uang ini tidak ada apa-apanya dibanding harga diri kamu! . . . Sebelum aku menginjak-injak harga dirimu sampai 'jongkok'!"
Kemudian aku meninggalkan gadis itu dengan matanya yang mulai berkaca-kaca dan jejak berupa tepukan tangan pengunjung lain yang seperti mengatakan, "Atraksi yang menarik! Benar-benar brilian, menghibur!! Blablablablabla..."
Akhirnya aku kembali duduk di kursiku, bersama keluargaku. Yang hanya diam, seolah aku ini belum kembali. Atau memang tak akan kembali.
* * *
Di tengah acara mengisi perut, gadis berambut merah tadi tiba-tiba duduk lagi di kursi yang sama.
"Puas kamu? Mempermalukan saya? Menginjak-injak harga diri saya?" cecarnya dengan suara bergetar.
Aku lalu berhenti makan dan menatap matanya. Saya melihat bayangan samar saya pada matanya yang berkaca-kaca. Tapi saya bisa melihat dengan jelas diri saya pada dirinya.
"Kamu lihat 'kan, aku sedang makan sama keluargaku? Sekarang aku kembalikan harga dirimu yang aku injak-injak tadi. Tolong tinggalkan kami, lupakan kejadian tadi, dan bawalah harga dirimu yang sama seperti sebelumnya..."
Ia terperangah. Pasti karena aku menganggap harga diri seperti barang yang bisa diberi seenak jidat. Percayalah, aku sedang berusaha menghiburnya. Hanya tak tahu mau ngomong apa. xp
"Kenapa kamu kembalikan...?" tanyanya.
"Aku pernah berada di posisimu. Dulu sering. Baik di sekolah, di lingkungan, apalagi di keluarga." jawabku setengah curhat, setengah berharap keluargaku tersentil. Tapi mereka hanya melirik, dan melanjutkan makanan mereka sampai titik karbohidrat penghabisan. Benar-benar pukulan yang berat mengetahui bahwa ternyata keluarga, yang begitu kau banggakan, begitu kau percaya, mengabaikanmu. Menyalahpahami dirimu.
Nafsu makanku hilang. Tepat saat gadis itu beranjak pergi dari kursinya, aku berdiri dan memanggilnya,"Hei, tunggu! Aku ikut denganmu..."
"Ma, Pa, aku pergi sebentar ya. Telepon kalau kalian sudah selesai..."
"Makananmu tidak dihabiskan? Tinggal 2 sendok...," sahut ayah.
"Kenyang..."
"Ya udah. Sana..."
Aku pun berjalan menjejeri gadis itu. "Namamu siapa?" tanyaku.
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 20.09
Kapan Wajah Manis Itu Tersenyum Bahagia?
Jumat, November 14, 2008
Dingin malam datang juga. Aku di sini mencari wajah manis itu. Kapan wajah manis itu tersenyum bahagia?
Petikan dawai surgawi lagu rock. Jangan tolak, jangan tolak, biar telingamu dimomong. Kapan wajah manis itu tersenyum bahagia?
Monyet saja tidak kampungan saat pertama belajar memanjat. Tapi kesana kemari ia meloncat, untuk lalu terbentur: Kapan wajah manis itu tersenyum bahagia?
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 22.24
how deep is your love?
Kamis, Oktober 16, 2008
saudari-saudara...
biarlah alunan melodi ini, menyusupi diamnya malammu... biarlah tuturan kisah ini, mengaliri penatnya pikiranmu... ratapilah jahanamnya dunia ini, ijinkan kami menambah pusing kepalamu...
-intro dahsyat berupa puisi dahsyat yang cuma bakal disusul tsunami caci-maki yang dahsyat-
---------------------------------------------------- RABU, 08-10-'08 hari nie adalah hari penuh rekor. pertama,, nyaris setengah soal2 ulangan gue gkk bisa (klo gkk ngonek lirik aja sila nomer 1 di 2post sblmny). kedua,, mendekam di iLP paling lama seumur-umur gue les di situ.
oke,, jadi, hai anak-anak manusia, seperti yang klian tahu [atau tidak?], gue dengan lugunya ngambil kelas ILP PRESS, padahal awal2 kelas 11 tuh paling rawan, karena perlu adaptasi gede2an.
nahhh.. nii harii gue pulang skul,, udah dengan kepala berat sebelah lantaran kebanyakan nyimpen rumus dan teori kimia di otak kiri,, tapi harus ke iLP pangpol jem 3. abis transit dari transBSD, gue langsung cabut ke sono. nahh,, di sono,, dari jem 3 lewad gituu, ampe setengah 5an, kerjaan gue dan tmen2 gue cuma ngedit dan nyelesein artikel masing2. setelahnya? gakk ada. kenapa gakk pulang? gurunya bilang, you must see the whole process of the final layout. yang kalo diterjemahkan dalam bahasa indonesia,, dan diterjemahkan lagi dalam bahasa anak skeptis,,
lu gakk boleh pulang sampe layouter2 nyelesein koran kita yang sekarang baru jadi sekian halaman, sampe smua diprint.
wau. perfect. untungnya besok gue kgk ada apa2. tapi bner2 dah,, dari jem 6 sampe jem 8 gue cuma bengoooooooooong kek kuda songong. nahh, mulei jem 8 lewat dikit gitu tmen2 gue pada eror. brawal dari imel salah satu temen gue: punkadelic_*****@hotmail.com dari situ diciptakan sbuah inovasi nama terbaru: panglima --> punk-5 smentara 'polim'nya setelah brainstorming brubah jadi: paul-eem [fyi,, paul tuh nama guru di ILP sono yang suaranya suka direkam buat CD listening test: "Do not look at you neighbour's paper." yang khas shingga dibacany kek gini: "Dhu not luk et your neibohs peipah."] maka jadilah sbuah nama yang dinobatkan jadi nama geng kami: "Punk-5 Paul-eem"
nah itu dampak kerusakan otak kami yang pertama. dengan niat mengabadikan nama itu,, kami berencana bikin wallpaper khusus di salah satu komputer [fyi lagi,, kelas ILP PRESS tuwh di ruang komputer, jadi bisa bikin artikel, browsing internet (ini ni yang suka disalahgunakan utk buka fs, blog, dkk), ngedit layout, ngeprint, dsb].
trus guru yang ngelarang gue pulang itu tadi kluar. balik2 bawa spidol aneka warna. dy nyaranin,, kami bkin grafiti kami di whiteboard yang ada di situ. jadilah salah satu tmen gue bkin tuhh gambar. lengkap dgn nama2 anggota ILP PRESS yang juga udah dimodif: poppynx ichax dendenx deeveeax tashax vashax [senior mrgkap layouter] jivax [senior mrgkap layouter] day-weex [guru gue] bay-reex [guru nativenya,, yg kbtulan lg gkk ada di TKP]
behold.. our masterpiece:
okeii,, jadi akirna jam stgah 9 lewat dikit tiba dan koran kami baru slese di-print.. ohh snanknyaaaa bntar lagii pulankk.. dan akhirnya gue ampe rumah jem stgah 10 kurang dikit.
----------------------------------------------------------- WHAT'S UP tadi di dalem transBSD kondekturnya ngemeng ke gue, kalo mulei besok penumpang dah gakk boleh nyetop tuh bus di pinggir jalan. mesti wajib kudu harus di halte manapun. dengan alasan: angkot demo, katanya mereka rugi gara2 org pada milih naek transbsd. komen gue: gakk logis. gakk mau repot sendirian, orang laen harus ikut repot. hidup dah susah, jangan dibikin tambah susahlah.. ntar gue gimana,, dket skul gue gkk ada halte, minimal naek ojek ke dpan puspita ato naek angkot ke terminalnya skalian. lagian apa coba hubungannya gakk boleh nyetop transBSD di smbarang jalan sama angkot kehilangan penumpang?
----------------------------------------------------------- QUOTE OF THE DAY "Berlinangan airmata, yang jatuh bukan karena duka atau suka, aku pun berkata: "Inilah cinta. Inilah Tuhan. Tangan kita bau menyengat, mata kita perih seperti disengat, dan tetap kita tidak menggenggam apa-apa." Sambil terisak, yang bukan karena haru bahagia atau haru nelangsa, lagi aku berkata: "Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, dan bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban." -Dewi Lestari [Semangkok Acar untuk Tuhan dan Cinta]-
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 20.13
intersection
Kamis, September 25, 2008
Infinitely sick and tiresome. Stuck in an intersection - called "The Human's Emotion". When my heart - my heart actually just wanna travel, like she has never been before.
--------------------------------------------- QUOTE OF THE DAY "You bleed just to know you're alive." -Goo Goo Dolls [Iris]-
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 21.11
mari bersastra: today's issue
Selasa, September 23, 2008
3.40
sahur. jalan ke meja makan merem. makan tapi nyawa masih bertengger di khayangan mimpi. tidur.
5.20
bangun. solat. mandi. semua dilakukan dengan setengah penuh hati.
6.00
lima belas menit trakir bikin tugas ppsu. lumayan. dua halaman. :D
7.00
pagi yang cerah. dapat sambutan meriah. berupa pembagian ulangan fisika. yang ternyata gakk merah.
hahahahahahahah.
8.25
otak mulei overload. daritadi diisi rumus dan ngerjain soal. batere di otak mulei soak. ngantuk pula, hoaaaaaahhhhh.
9.20
dijutekin bestpren gue. yang kemaren gue jutekin.
10.20
sial. gue disuru bacain 9 soal beranak cucu. buat temen-temen sekelas. mana gue puasa.
leher kering kerontang. padahal idung basah kuyup penuh ingus. kekna enak tuh disedot, diminum. oh for God's sake...
10.40
selesei baca soal. tantangan belum berakhir. temen gue gakk enak badan. gue temenin minta ijin sama guru piket. trus gue seret, kaki di tangan gue, kepalanya di tanah. gakk sih. gue cuma jalan di sebelah dia ke UKS. eh, penuh. jahanam. dia pun gua anter ke UKS SMP. gue booking tempat buat dia. untung ada yang kosong... lega... weits. sembilan soal matematika dan anak cucunya menunggu. semuanya tak sabar untuk dikerjai, dilayani, dijamah, digauli.
12.30
kenapa sih bestpren gue yang di kelas? dasar bocah aneh.
14.13
"Yak. Ayo mulei remedialnya. Udah jam 2 nih."
*gue udah mulei bikin diagram batang buat nomer 1*
"kok murid-murid di kelas ini jumlahnya lebih banyak dari yang seharusnya remed ya?" "coba saya cek." "dari sebelas IPS 1 ada *blablabla*" "dari sebelas IPS 2 ada *blablabla*" "dari sebelas IPA 3 ada 8 anak. Siapa aja dari IPA 3??" *9 anak angkat tangan* "Saya bacain aja deh daftarnya. Chrissy." "Albert." "Aristo." "Caecil." "Adhi." "Inez." "Monic." "Yessica." Shit. "Lha, Tasya, kamu kok ikud remed??? Kamu tuh dapet 73. Ngapain kamu di sini??" "Lha, perasaan saya dapet merah?" [i know.. moron..] "Hahahahahhaa." "Hehehehehehe." "Hihihihihihi." "Kamu yang dapet merah tuh KD 1.3 !! Ini kan remedial KD 1.1 - 1.2 !!"
------------------------------------------------------ QUOTE OF THE DAY "If we cannot love the person whom we see, how can we love God, whom we cannot see?" -Mother Teresa-
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 20.55
Biarlah Saya
Jumat, September 19, 2008
Saya ingin bersastra Mau muntah rasanya otak ini. Saya butuh menulis. Saya tidak peduli apakah kata-kata saya cukup berat. Bergengsi. Intelek. Sastra bukan soal kata-kata yang sulit dipahami.
Kepala saya penat. Tapi saya ingin bersastra. Benarkah manusia hanya peduli dengan diri mereka sendiri? Faktakah bahwa mereka yang saya anggap sahabat, teman sejati, orang kepercayaan, ternyata hanya asyik dengan dunia mereka sendiri? Atau sayakah yang berlebihan?
Tapi. Beri tahu mereka semua, wahai manusia jahanam. Saya di sini kesepian. Tertinggal. Hilang. Adakah dia yang selalu eksis dalam hidup saya? Di luar sana?
Tidak. Ada. Yang. Tahu. Kecuali. Tuhan.
Maka diamlah wahai manusia jahanam. Tunjukan saja ketidakpedulianmu. Tinggalkan saja saya dalam dunia saya sendiri. Datanglah bila hati nuranimu sadar. Peduli. Rindu. Butuh. Saya. Tapi sekarang... Biarlah saya bersastra.
Time's too fast to wait. Life's too cool to be wasted. Human's a fool to laugh at. So let's just enjoy every rockin' moment. 17.54
Dikejar
Sabtu, Agustus 30, 2008
Dikejar
Aku di ambang jurang bernama Masa Lalu Aku dikejar
Jalan di belakang Adinda runtuh Tidak lagi ada jalan kembali ke tempat indah itu
Diseret Waktu, aku dipaksa terus berjalan ke depan Selain itu, aku dikejar
Terus-terusan menengok ke belakang, mencari jalan ke masa yang tertinggal Waktu Wahai Adinda, untuk apa? Adakah kesadaranmu?
Terus tersandung pun aku tidak peduli Asalkan bisa menemukan lagi apa yang telah ditelan Masa Lalu
Dan Adinda pun terus dikejar
-inspired by the song Always All Ways by Lostprophets-
dedicated to my bestfriend :)
------------------------------------------ QUOTE OF THE DAY "Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself." -Leo Tolstoy-